|
Blazer Indonesia Club (BIC) |
|
Written by Donnie Kamarwan
|
|
Thursday, 12 October 2006 17:00 |
|
Blazer Indonesia Club (BIC) berdiri pada tanggal 15 September 2001. Ide awal berdirinya diawali oleh keinginan para pengguna Blazer dan Montera saat itu untuk bisa berkomunikasi tentang kendaraannya yang dirasa cukup spesifik perawatannya. Kemudian dibuatlah mailing list
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it yang masih tetap eksis hingga sekarang. Dengan terbentuknya mailing list itu (dibuat oleh Sdr. Satyo Nugroho) tercipta lalu lintas komunikasi via dunia maya yang kemudian muncul keinginan untuk ketemuan di dunia nyata, istilah kerennya 'kopi darat'. Dari kopi darat tersebut kemudian tercetus ide untuk membentuk komunitas pengguna kendaraan ini yang pada saat itu dilakukan voting pemilihan nama club yang pada akhirnya muncul nama 'Blazer Indonesia Club'.
Seusai dengan jenis kendaraan komunitas ini yang juga seperti lazimnya komunitas otomotif, diadakanlah kegiatan turing. Saat itu sekitar bulan September 2001 diadakan turing pertama kalinya ke Carita yang diikuti 17 kendaraan. Turing tersebut menghasilkan beberapa nama yang duduk di kepengurusan BIC, diantaranya Satyo Nugroho, Afriandri Rasyid (Andri), Daniel Syafril, Donnie Kamarwan, Yunianto, Hari Noegroho dll (dan lainnya lupa). Pengurus udah terbentuk, biasanya diikuti ide-ide mengadakan turing dan gathering. Salah satunya gathering fundamental berdirinya BIC di News Café Kemang; mohon maaf penulis lupa tanggalnya; sebagai tonggak sejarah berdirinya BIC.
Kegiatan terbanyak BIC adalah turing, turing dan gathering (bahasa indonesianya gathering apa ya?), sesekali bakti sosial. Dari awal BIC hingga saat ini, saking kesurupannya akan turing, turing yang sudah dilaksanakan tiap dua bulan sekali, lebih dari 20 kali turing dengan tujuan ke sebagian besar pulau Jawa, Bali dan Lampung. Dan juga paling tidak total kilometer yang sudah dicapai dalam rangkaian kegiatan turing sebanyak lebih dari 75.000 kilometer, angka yang cukup fantastis mengingat usia komunitas baru 7 tahun.
BIC ini menurut pandangan penulis adalah komunitas otomotif yang cukup unik. Uniknya adalah para anggotanya tidak banyak yang mengerti tentang dunia teknik permobilan. Situasi ini tercermin saat ada gathering, tidak ada satupun yang 'ngrubung' ngomongin mobil kecuali ada mobil yang penampilannya ajaib. Itupun yang dibahas "apa maksudnya si pemilik mobil ini, koq sampai harus modifikasi kayak gitu?". Pembahasan lebih banyak ke arah pekerjaan, obyekan bisnis, gadget dan hal-hal yang ndak ada kaitannya dengan otomotif. Hal lain yang unik adalah kesamaan rentang usia anggota BIC. Efek dari kesamaan rentang usia ini adalah ada kesamaan usia para istri anggota (yang belakangan mereka sudah punya kelompok arisan yang sudah berjalan lebih dari 2 tahun) dan juga anak-anaknya. Bahkan ada beberapa situasi pertanyaan kapan turing justru muncul dari komunikasi anak-anak angota BIC. Dari kondisi seperti itu muncul jargon BIC 'Kebersamaan menikmati Blazer'. Yang lebih dahsyat lagi, walaupun sudah banyak anggota yang sudah tidak memiliki Blazer, namun silaturahmi tetap terjaga. Ini yang jarang ada di komunitas otomotif lain, paling tidak ini menurut pandangan penulis.
Pada perkembangannya anggota BIC mencapai lebih dari 650 anggota tercatat (bukan aktif, kalau yang aktif ndak sampai 50 nama kaleee…) yang tersebar di seluruh wilayah Republik ini. Situasi (lagi-lagi pakai kata 'situasi' soalnya penulis minim perbendaharaan kata bahasa Indonesia) ini mendorong ide dibentuknya kepengurusan BIC di tingkat rayon, salah satunya rayon Jogja. Rayon yang sudah resmi diakui keberadaannya secara de facto, adalah rayon Bandung, Cirebon, Jogja, Surabaya, Mataram dan Cikarang. Dengan terbentuknya rayon-rayon semakin memperluas dan memperkuat silaturahmi antar manusia yang sesuai fitrahnya memang harus bersilaturahmi.
Acara turing ke Jogja, yang untuk kesekian kalinya ini, yang diadakan oleh rayon Jogja, sekaligus menciptakan suasana baru yaitu diadakannya pemilihan ketua dan wakil ketua umum BIC Pusat diluar wilayah Ibukota Republik Indonesia; biasanya sih diadakan di Jakarta.
Akhir kata, tidak gading yang tak retak (biar berkesan romantis) semoga dengan semakin banyaknya anggota yang ada dan juga makin banyaknya rayon, semoga membuat BIC makin jaya..!!!
Ditulis di Jakarta, 11 Agustus 2008. |
|
Last Updated ( Tuesday, 23 June 2009 15:40 )
|