|
Tak terasa sewindu sudah Blazer Indonesia Club berdiri, dari sekedar hobi dan berkomunikasi melalui dunia maya hingga menjadi keluarga besar yang hampir mencapai 800 anggota. Akankah angka 8 menjadi angka yang menarik yang akan menjadikan anggota BIC menembus angka 800..??? Kita lihat saja nanti... pada Perayaan HUT Sewindu BIC di Parkir Timur Senayan tanggal 4 Oktober 2009 dan siapapun boleh datang tanpa terkecuali baik pengguna Blazer maupun tidak. Dalam perayaan ini nanti para peserta akan mengenakan batik menyambut pengumuman/pengesahan bahwa batik adalah warisan leluhur bangsa Indonesia oleh Unesco pada 2 Oktober 2009
 Dalam sewindu perjalanan BIC, telah mengubah persaudaraan atas dasar kendaraan menjadi suatu keluarga besar, tidak sedikit anggotanya yg sudah tidak memiliki Blazer atau biasa mobil jenis ini disebut "kebo", namun tetap bersama-sama membangun BIC menjadi lebih baik dan tetap kompak. Boleh percaya boleh tidak, sedemikian besar kebersamaan ini hingga anggota yang berdomisili di Papua menyempatkan diri untuk beberapa kali mengikuti turing BIC. Luar biasa.....  BIC sampai saat ini telah memiliki beberapa rayon, yaitu Rayon Pusat, Bandung, Cikarang, Cilacap, Cirebon, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, dan yang direncanakan akan diresmikan pada perayaan Sewindu BIC adalah Rayon Semarang. Selain rayon di atas masih ada lagi beberapa rayon yang merupakan hasil candaan para anggotanya seperti Rayon Gembel ditujukan bagi mereka yg sudah tidak menggunakan Blazer lagi, Rayon Gembok yg merupakan singkatan dari Gerombolah Kebo Depok, Rayon Gerobak yang mempunyai kepanjangan Gerombolan Kebo Batak, masih ada pula Rayon Keteng, Rayon Neraka, dan sebagainya.
Setiap rayon memiliki ceritanya sendiri dan kekhasan masing-masing, Rayon Bandung yang mengaku bergelar "Maung Bandung" karena beberapa sebab turun kasta dengan diberi gelar "Mpus Bandung" dan terakhir telah turun lagi menjadi "Curuter". Uniknya ketika gelar "Maung Bandung" akan kembali diberikan Rayon Bandung justru menolak dan memilih untuk tetap menggunakan gelar "Curuter". Rayon Cikarang terkenal karena kemampuannya mengumpulkan 25 Blazer dalam pertemuan pertamanya ketika mengajukan diri menjadi rayon baru. Hal ini jarang terjadi kecuali dalam even besar seperti turing atau perayaan-perayaan tertentu. Rayon Cirebon dikenal memiliki bengkel terbersih yang mungkin bisa masuk Muri (koq jadi seperti toilet Tegal ya..???). Rayon Cilacap memiliki "MacGyver"-nya Blazer, dari sanalah muncul berbagai inovasi seperti penipu ECU demi lebih mengiritkan Blazer. Rayon NTB adalah mungkin satu-satunya rayon yang sedikit unik karena menyalahi SOP (Standard Operating Procedure) dalam hal turing BIC yaitu tidak menggunakan radio komunikasi 2 arah demi lancarnya komunikasi dan koordinasi selama turing. Rayon Yogya adalah rayon yang sering membuat tobat tamunya te rutama sejak tahun lalu ketika diadakan jambore di Yogyakarta. Sambutan sejak datang ke hotel, gala dinner di bawah temaram bulan purnama yang menyinari Candi Prambanan dan berbagai acara yang nyaris tiada akhir sampai para peserta pulang kembali ke rumah masing-masing. Lain lagi cerita dari Rayon Jatim alias Rayon Bonek, bagaimana tidak, rayon ini benar-benar bonek, sering punya acara sampai-sampai terkadang lupa menginfokan ke teman-teman BIC lainnya. Nah untuk Bakal Rayon Semarang punya cerita yang berbeda, ketika rombongan turing GTDP (Go To Dieng Plateau) mampir, langsung saja seluruh peserta disuguhi aksi olah raga jantung oleh Bayon Semarang yaitu konvoi sekitar 30 Blazer membelah kota Semarang dengan kecepatan yang cukup tinggi tanpa putus dan lagi-lagi ini menjadi rekor buat BIC, entah apa jadinya jika rayon ini benar-benar terbentuk, jangan-jangan 100 Blazer tanpa putus membelah kota Semarang fiuuhh....
Banyak orang menduga bahwa ikut klub kendaraan bermotor itu hanya urusan bapak-bapaknya saja, di BIC hal itu SALAH BESAR. Di BIC, para ibu punya kegiatan sendiri seperti arisan dan tergabung dalam BII alias Blazer Ibu-Ibu, belum lagi putra-putri pemilik Blazer, mereka pun mempunyai dunia sendiri menciptakan komunitasnya dalam BAA yaitu Blazer Anak-Anak. BII dan BAA tidak terlepas dari BIC, justru mereka inilah salah 1 faktor yang membuat BIC tetap ada sampai saat ini. Pada saat BII atau BAA kangen dengan komunitasnya tak ayal sang ayah pun akan ikut berkumpul dg teman-temannya di BIC. Sekali lagi BIC besar bukan hanya karena para ayah yg berkumpul, namun lebih pada dukungan yg ada di belakang para ayah yaitu BII dan BAA, bagaimana mungkin tidak disebut sebagai keluarga besar sedangkan BIC yg terbentuk dari berbagai keluarga kecil dan menjadi satu seperti saat ini..?? DIRGAHAYU SEWINDU BLAZER INDONESIA CLUB (2001-2009)
|