DSFL ini merupakan bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) dari Ford Motor Indonesia dan Ford Foundation. Kegiatan ini didukung oleh Accident Injury Prevention (AIP) Foundation yg berada di Vietnam, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pusat Pendidikan Latihan Lalu Lintas Polri, serta Indonesia Defensive Driving Center (IDDC). DSFL bertujuan agar terwujudnya segitiga perilaku dalam mengemudi yaitu.
- Smart Driving (Defensive Driving, Safety Driving, Eco Driving)
- Protecting Lives
- Saving Fuel or Environmental Friendly
Acara berlangsung dalam 2 sesi yaitu teori dan praktik. Secara singkat
sesi teori berisi tentang filosofi smart driving dan menyajikan 10 tips dalam mengemudikan kendaraan yang berkaitan dg hal2 sbb.
- Penggunaan Safety Belt yg benar
- Pemanfaatan kaca spion dan blind spot
- Mengemudi secara defensive (sikap, perilaku, posisi duduk, posisi kemudi, dsb)
- Gangguan dalam berkendara (Internal, eksternal)
- Menjaga jarak aman (3 seconds rule)
- Pengoperasian gigi transmisi yang ideal
- Gunakan momentum kendaraan
- Mematikan mesin kendaraan
- Pre-start check (internal, eksternal)
- Kurangi beban (untuk menghemat BBM)
Untuk sesi praktik digunakan 1 Ford Focus sedan, 2 Ford Focus hatchback, 2 Ford Escape, 1 Ford Ranger doubel cab, 1 Ford Everest. Sebelum sesi praktikum dimulai, ada sesi foto bersama dan sambutan dari Presiden Direktur Ford Motor Indonesia yaitu Mr. Will Angove serta pengarahan dari instruktur akan jalannya sesi praktikum. Instruktur menjelaskan tentang apa yg dimaksud dengan Pilar A, Pilar B, dan Pilar C pada mobil dan kapan kita harus memperhatikan posisi pilar-pilar tersebut. Kemudian setiap peserta mengikuti proses praktikum zig-zag maju-mundur, latihan parkir seri dan parkir paralel. Sesaat sebelum latihan pengereman hujan deras disertai angin sehingga acara tertunda. Ketika hujan reda waktu sudah terlalu sore, sehingga praktik pengereman hanya ditunjukkan oleh instruktur. Seusai praktik pengereman, datanglah acara yg paling seru yaitu demo drifting. Drifting menggunakan Ford Focus sedan. Pertama-tama kendaraan bertransmisi matic dan berpenggerak roda depan ini dimundurkan, kemudian instruktur memutar kemudi sambil melakukan pengereman sehingga mobil berputar 180 derajat. Selanjutnya mobil meliuk-liuk memutari lokasi praktikum, lempar bagasi ke kanan, ke kiri, gas penuh, rem kuat-kuat, putar kemudi ke kanan, putar lagi ke kiri. Boleh percaya boleh tidak, penonton tegang menahan nafasnya dan saya sangat yakin jika dipikirannya "wah bisa ga yah", "kereenn euy", "manstabs" dsb. Drifting dan diakhiri dengan melajunya Ford Focus mengarah ke 2 kendaraan yang sedang parkir paralel dan kemudian mendadak mengerem dan memutar 180 derajat untuk kemudian berhenti tepat di celah antara kedua mobil yg parkir paralel dan.... fiiiuuuhhhh terlihat ekspresi lega dari para penonton serta sambutan tepuk tangan yg meriah riuh rendah, suitan dan teriakan... prikitiew.... Selesailah acara DSFL dengan pemberikan sertfikat yg ditandatangani oleh Mr. Will Angove kepada seluruh perserta. Sayang seribu kali sayang, rupanya rombongan peserta yang kembali k Wisma Pondok Indah dengan menggunakan bis dan beberapa kendaraan yg untuk demo menggunakan jasa patwal untuk membelah kemacetan Jl. Trans Yogi serta menyalakan lampu hazard. Ooohh plis deh.... emgnya Anda sedang darurat..??? trus klo Anda pindah jalur emg org lain tau...??? emgnya ga ingat yg td disampaikan di kelas ttg 3C di jalan yaitu Comunication, Comfort, and Control.... Ada tulisan yg ditampilkan pada salindia (slide) presentasi ketika belajar di kelas, mungkin menarik untuk diingat. "THIS MACHINE HAS NO BRAIN, SO USE YOUR OWN" |